Archive for category Surfing (selancar air)

Kite Surfing

Beragam olahraga air diciptakan bagi pencinta tantangan guna menaklukkan ganasnya ombak laut serta kerasnya embusan angin. Di Bali, selain ski air salah satu olahraga air yang kini lagi tren atau banyak digandrungi para pencinta tantangan adalah kite surfing atau seluncur dengan layang-layang. Biasa disebut pula dengan selancar air.

Salah satu pantai atau “lapangan olahraga” yang cocok digunakan untuk seluncur dengan layang-layang adalah kawasan Sanur, tepatnya di Pantai Mertasari. Jauhnya pantai dari gedung bangunan dan kerasnya embusan angin di pantai yang tidak jauh dari Kota Denpasar ini dinilai cocok untuk bisa mengangkat layang-layang berukuran besar sebagai salah satu pelengkap olahraga air tersebut.

Sebelum memulai kite surfing, terlebih dahulu layang-layang dengan panjang mencapai 12 sampai 16 meter disesuaikan kuatnya embusan angin, disiapkan di pantai. Setelah dibentangkan dan diisi udara di bagian rangka layang-layang, kemudian dihubungkan dengan tali sepanjang 30 meter untuk menarik si peselancar. Setelah layang-layang terangkat dan terhubung dengan sabuk pengikat pada badan, barulah dibawa ke pantai dengan membawa papan seluncur.

Asyiknya, permainan yang membutuhkan cukup besar tenaga ini mempunyai banyak trik yang dapat dilakukan para peselancar. Mulai dari berjalan di atas air sampai lompat setinggi-tingginya. Bagi pemula minimal membutuhkan waktu lima hari untuk bisa mengendalikan layang-layang dan menjaga keamanan dalam berselancar.

Namun, bila sudah memiliki dasar berselancar, hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk bisa melakukan berbagai trik terbang ke udara. Selain kemampuan mengendalikan angin dengan layang-layang, olahraga air ini membutuhkan keberanian. Bagi Anda yang susah melihat di air mungkin bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata agar di air bukan menjadi masalah lagi.

Biaya yang dibutuhkan untuk bisa merasakan sensasi terbang bersama layang-layang saat berselancar, tidaklah murah alias harus merogoh kocek minimal Rp 900 ribu. Ini untuk sewa alat dalam waktu 2,5 jam, termasuk kursus dari instruktur. Namun bila sudah menguasai semua trik dan dasar mengoperasikan layang-layang, olahraga ini dinilai banyak tantangan yang dapat dilakukan ketimbang berselancar biasa. Anda tertarik?

 

sumber : http://www.kiwod.com/cerita-online/olahraga-kite-surfing-tantangannya/

Leave a comment

Aturan Dasar Surfing

Dalam berselancar (surfing) kita harus mengetahui aturan-aturan dasar agar tidak mengalami sesuatu yang tidak diinginkan…
Berikut adalah aturan-aturan dasar untuk berselancar. Jika Anda membacanya, Anda harus aman dalam surfing. (Dan begitu juga orang lain.) Mereka berada dalam urutan tidak penting, tetapi semua relevan. Ingat ! surfing dengan aman dan menghormati sesama penyayang air. 

Alkohol: Surfing di bawah pengaruh bukan ide yang baik.

Be Aware: Hati-hati surfer lain dan pengguna air, dari kondisi ombak, dan di mana Anda berselancar. (Lihat di bawah ini di bawah “dipatroli Pantai”.)

Comfort Zone: Anda harus berselancar di ombak yang Anda merasa nyaman.

Fitness: Pastikan Anda sehat secara fisik ketika surfing. Anda harus mampu berenang kembali ke pantai jika Anda kehilangan papan pada akhir sesi yang melelahkan – tidak berarti feat dalam 3 meter gelombang.

Makanan: Seperti berenang, jangan pergi surfing paling tidak 45 menit setelah makan.

Fun: Surfing adalah tentang bersenang-senang; menyimpannya dalam pikiran saat Anda pergi di ombak.

Tahan atau Lemparkan: Ketahui kapan harus berpegang pada papan selancar Anda dan kapan harus membuangnya. Jika Anda mengayuh keluar, maka tetap terus forum Anda. Anda akan mendapatkan kembali ke berbaris lebih cepat, dan Anda tidak akan menempatkan orang mendayung ke belakang berisiko. Jika Anda hendak menghapus, menyingkirkan forum Anda. Anda akan jauh lebih mungkin untuk mempertahankan cedera jika Anda dan papan semakin digilas sekitar bersama-sama.

Berpatroli Pantai: Jika Anda sedang berselancar di pantai yang dipatroli, pastikan bahwa Anda tetap dalam kawasan berselancar yang ditunjuk. Mencatat di mana Anda harus berselancar sebelum Anda pergi keluar, dan pastikan Anda tetap ketika Anda keluar.

Prioritas: Selalu pastikan bahwa Anda tidak mengambil orang lain gelombang. Ingat bahwa surfer yang paling dekat dengan pecahan gelombang memiliki prioritas. Jika Anda melihat seseorang sudah pada gelombang, maka gelombang dianggap diambil, dan Anda harus menunggu untuk berikutnya.

Praktek: Jika anda ingin memperbaikinya maka Anda perlu berada dalam berselancar air reguler mungkin. Tidak ada yang lebih baik pada apa pun dengan tinggal di rumah dan menonton TV

Respect: Hormati penduduk lokal jika Anda mengunjungi pantai. Ingat bahwa Anda adalah seorang tamu dan bahwa ombak harus dibagi.

Karang: Jika Anda terperangkap dalam karang, ingat bahwa itu disebut RIP karena suatu alasan. Anda mungkin tidak dapat kembali ke tanah kering pernah lagi jika Anda terjebak dalam satu. Mudah-mudahan Anda sudah tahu bahwa di karang ada arus kuat yang (biasanya) akan langsung ke laut, dan jika tertangkap dalam satu, Anda tidak perlu panik tetapi mendayung di karang (bukan melawan itu) sampai Anda telah melarikan diri.

Sun Blok: Selalu memakai tabir surya tahan air yang baik. Anda akan tahu betapa pentingnya hal itu jika Anda telah keluar selama beberapa jam surfing di bawah sinar matahari tanpa itu. Juga, jika Anda tidak mengenakan wetsuit, itu adalah ide yang baik untuk memakai UV-bukti ruam rompi lengan panjang untuk perlindungan tubuh.

Surf Buddy: Selalu berselancar dengan setidaknya satu orang lain. Tidak hanya akan anda memiliki lebih menyenangkan jika Anda berbagi gelombang Anda, tetapi Anda akan selalu memiliki seseorang untuk membantu Anda jika Anda membutuhkannya.

Surf Kondisi: Pastikan bahwa surfing aman sebelum Anda masuk ke dalamnya Jika Anda akan berselancar di tempat Anda tidak terbiasa dengan hal itu, adalah ide yang baik untuk mendapatkan nasihat dari orang setempat. Memeriksa tempat ombak sementara pemanasan.

Warm-up: Selalu memiliki cepat pemanasan dan peregangan sebelum memasuki ombak. Ini akan mengurangi risiko cedera atau kejang otot sementara Anda surfing. Hal ini juga memberi Anda waktu untuk memeriksa setiap arus dan karang atau di mana tempat terbaik untuk menangkap gelombang.

Sumber : http://www.facebook.com/topic.php?uid=110396618972396&topic=7

Leave a comment

Perkembangan surfing di Indonesia

Pada tahun 70-an olahraga selancar air mulai dikenal di Indonesia, yang diperkenalkan oleh seorang warga negara Australia yang sedang membuat film tentang para peselancar atau surfer, dan pengambilan gambarnya dilakukan di Bali sehingga olahraga ini lebih dulu dikenal di Bali.

Setelah itu tidak sedikit para masyarakat lokal Bali yang mulai mempelajari olahraga tersebut, karena ditunjang dengan kedudukan Indonesia yang memiliki banyak pulau dan pantai yang memiliki ombak yang ideal untuk olahraga ini, maka perkembangan dan penyebaran olahraga selancar air ini sangat cepat.

Bahkan sampai saat ini banyak daerah-daerah terpencil di Indonesia yang memiliki pantai yang indah dengan ombak yang cukup ideal untuk olahraga ini, menjadi daerah objek wisata para wisatawan dan peselancar (surfer)

Sumber : http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=17072

 

Leave a comment

Sejarah Surfing

Sebelum mengenal lebih jauh tentang olahraga selancar air (surfing) terlebih dahulu saya akan mengenalkan tentang sejarah dari Surfing.

Olahraga selancar air atau surfing adalah olahraga yang tumbuh dan mulai berkembang di Amerika, sekitar tahun 1960-an tepatnyan di Hawaii. Karena daerah tersebut memiliki ombak yang pecah serta bertahap yang sangat cocok digunakan untuk olahraga selancar air (surfing) ini. Penyebaran olahraga selancar air ini dimulai dan dapat dirasakan di penjuru dunia sekitar tahun 1964 tanpa kecuali di Asia. Karena pesatnya penyebaran dan perkembangan olahraga ini, maka para peminat atau pelaku olahraga ini, atau yang lebih dikenal dengan sebutan surfer membuat sebuah asosiasi yang berskala internasional dengan nama ISA (International Surfing Association) yang berpusat di California, yang sampai saat ini sudah memiliki anggota lebih dari 70 negara.

Seiring dengan perkembangan olahraga selancar air (surfing) yang sangat cepat, maka banyak pula munculnya perkumpulan-perkumpulan surfing dan para peminatnya di setiap negara yang memiliki pantai dan ombak yang dapat digunakan untuk berselancar.

sumber : http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=17072

Leave a comment